Umat muslim Bersama Ustad Arifin menentang hoax

Jakarta – Perang terhadap hoax diserukan pemuka agama termasuk Ustaz Arifin Ilham. Arifin mengingatkan agar setiap muslim mengecek informasi dan tidak mudah percaya kepada berita yang bisa menyebar kebencian.
“Orang yang tertimpa musibah sebenarnya, menurut Allah, menurut Rasullulah SAW, orang yang menyebarkan hoax termasuk yang menerima hoax langsung diyakini tanpa tabayun. Surat Al Hujurat ayat 6, hai orang-orang yang beriman. Jika datang suatu berita dari orang fasik datang pada kalian, tabayun, perhatikan, teliti, cermati,” ucap Arifin Ilham dalam video, seperti dilihat detikcom, Minggu (11/3/2018).
Arifin pun memberi contoh Nabi Muhammad SAW melakukan tabayun saat menerima informasi negatif. Saat itu, Rasulullah mendapat informasi dari Haris bin Utbah tentang Bani Mustaliq yang menolak pungutan zakat.”Beliau tabayun, beliau perintahkan Khalid bin Walid untuk mengecek. Dan ternyata, Haris bin Utbah tidak sampai ke Bani Mustaliq. Coba bayangkan jika sebaliknya, ditelan berita fitnah, dari Haris bin Utbah ini. Seingga terjadi permusuhan, perpecahan, bahkan perang, itulah pentingnya tabayun,” ujarnya.
Arifin meminta umat Islam untuk meneladani sikap Rasulullah dalam tabayun. Dia meminta umat Islam untuk tak menelan informasi secara mentah-mentah.
“Tabayun itu ajaran Rasul. Sedangkan menelan bulat-bulat, terlalu terburu-buru, menerima suatu berita apalagi sampai menyebarkan itu sifat setan,” ucap Arifin.
Maka, Arifin mengajak umat muslim untuk bersama menentang hoax. Dia berharap kita bisa menyelamatkan diri dari hoax.
“Itulah sikap mukmin, tidak menyebar hoax. Tidak berani menyebarkan hoax, dan tidak menerima secara mentah-mentah. Dia akan teliti, dia akan cermati, baru dia bersikap. Selamatkan diri dari hoax,” kata Arifin.



from CyberNews http://ift.tt/2Dkym8J
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akui termakan ISU Hoax, Viral Video Telur Palsu Syahroni Minta Maaf

JK Hadiri Undangan High Peace Council di Afganistan untuk Misi Perdamaian

Amien Rais: Saya Merasa Dimuliakan setelah diperiksa Penyidik